Rabu, 22 September 2010

SURAT-SURAT DARI MEDAN PERANG

 “Ibu tersayang, anakmu terluka parah dalam perang. Mungkin tidak akan pernah sembuh. Jika aku pergi, janganlah terlalu merasa kehilangan. Peluk ciumku untuk Mary dan si kecil, John.”
( prajurit Union yang terluka parah dalam perang saudara Amerika,surat tersebuat ditulis sendiri oleh presiden Abraham Lincoln )

“Musuh akan segera mendarat di pulau ini dan begitu mereka tiba kita akan mengikuti nasib mereka di Attu dan Saipan. Perwira dan prajurit kita tahu persis mengenai kematian. Maaf aku harus mengakhiri hidupku disini berperang dengan Amerika Serikat, tapi aku akan mempertahankan pulau ini sebisa mungkin dan menunda serangan udara musuh atas Tokyo. Ah ! Engkau telah lama menjadi istri yang baik bagiku dan ibu yang baik bagi ketiga anak kita. Hidupmu akan lebih sulit dan keras setelah ini, jaga kesehatanmu dan panjang umur. Masa depan anak-anak kita juga tidak lagi mudah, jaga mereka baik-baik setelah kematianku”
( Surat Jendral Kuribayashi kepada Istrinya Yoshie Kuribayashi dalam perang Iwojima )


...Aku kehilangan jari kelingking tangan kiriku. Tapi, yang lebih celaka lagi adalah tiga jari tengah tangan kananku juga hilang akibat beku kedinginan. Hanya dengan ibu jari dan kelingkingku, aku bisa memegang cangkir minumku...
...Mereka berjatuhan seperti lalat; tidak ada yang peduli dan tidak ada yang menguburkan mereka. Mereka bergeletakan di mana-mana, buntung tanpa tangan atau kaki dan tanpa mata, dengan perut robek menganga...
...Aku terkejut saat melihat peta. Kami sama sekali sendirian, tanpa bantuan dari luar. Hitler telah meninggalkan kami di ujung tanduk...
...Tidak ada yang bernama kemenangan itu Pak Jenderal. Hanya ada bendera dan orang-orang yang berguguran, dan pada akhirnya tidak akan ada lagi bendera maupun orang-orang. Stalingrad bukanlah suatu keputusan militer, tapi justru suatu judi politik...
( Prajurit German dalam pertempuran Stalingrad melawan Rusia )

Zheniya meninggal tanggal 28 Desember jam 12:30 pagi 1941
Nenek (Babushka) meninggal tanggal 25 Januari jam 3.00 siang 1942
Leka meninggal tanggal 17 Maret jam 5 pagi 1942
Paman (Dedya) Vasya meninggal tanggal 13 April jam 2 pagi 1942
Paman (Dedya) Lesha meninggal tanggal 10 Mei jam 4 sore 1942
Ibu meninggal tanggal 13 Mei jam 7.30 pagi 1942
Semua keluarga Savichev meninggal.
Tinggal Tanya sendirian.
( buku harian Tanya Savicheva,anak Rusia berusia 11 tahun dalam pertempuran stalingrad )

“Tak terlalu tinggi cita-citaku. Impianku kita punya rumah diatas gunung. Jauuuh dari keramaian. Rumah yang sederhana seperti pondok. Hawanya bersih, sejuk & pemandangannya Indah. Kau tanam bunga-bunga dan kita menanam sayur sendiri. aku kumpulkan muda-mudi kudidik mereka menjadi patriot bangsa,” (Surat Cinta Bung Tomo)

Hi Mom, Dad, Britney, Jeremy and Bailey.
If you getting this letter then I’m sure you’ve already heard. I’m so sorry. But know that I’m safe now. I’m with God watching over you. I’ll always be with you all. You’ll know when I’m around because you’ll feel me. I wanna tell you all some special memories I’ll always hold on too.
Staying up late with you Mom watching the food channel while you rub my back, or when I was little and you’d always get me a glass of chocolate milk with a lid and a straw.
With you Dad, going out on the sidecar and driving to volleyball tournaments, just you and me.
Britney when you used to drop me off at school and I thought I was so cool cause all of my friends got rides from there parents. You were always like a second mom to me, Brit. Trying to hold my hand crossing the street.
Jeremy, you and me always builds coo/ass stuff. A wagon with an engine, a bicycle with an engine and a bicycle sidecar. Or just chillin in the backyard riding motorcycle for hours.
Bailey, remember all those late nights when you’d come into my room and we’d just talk. And just hangin out with my little sister. I always loved going to the beach house as a family and spending time with each other constantly smiling playing in the sand. I thank God everyday for blessing me with such an amazing family.
You all mean the world to me. I hope I’ve made you all proud. I love you all with all of my heart and please don’t be sad, just know that I made it to heaven before you and will see you all again.

Your loving son/brother, Anthony Edward Butterfield.
( Tentara AS Yang Tewas dimedan Tempur Irak )


Wen yang tercinta,
Bila aku tak kembali hari ini, orang lain akan menceritakan padamu apa yang telah menimpaku. Tolonglah mengerti dan maafkan aku.
Aku mencintaimu. Jika aku diterima di surga, aku akan memastikan kau menjalani kehidupan yang aman dan damai, serta menunggumu di sana. Jika aku masuk neraka gara-gara ini, aku akan memberikan segalanya untuk membayar utang-utang kita berdua selama hidup, mengusahakan agar kau diberi hak masuk surga saat waktumu tiba. Jika aku menjadi hantu, aku akan menjagamu di malam hari dan mengusir setiap roh jahat yang mengusik istirahatmu. Jika tak ada tempat di mana-mana bagiku, aku akan menguap di udara dan terus bersamamu dalam setiap tarikan napasmu.
Terima kasih, cintaku.

Dari suamimu, yang memikirkanmu siang dan malam,
Kejun
( Tentara Cina dalam perang invasi ke Tibet )

Tidak ada komentar:

Posting Komentar