Nenek dan Nasi Goreng
nenek nasi gorengmu sangat enak
tanpa vetsin dan saos pewarna
merahnya karena rempah dan cabe
satu piring engkau gorengkan buatku
lalu aku kembali lagi
'nek,minta tambah masih ada gak..."
Nenek dan Gigi Palsu
seharian aku memandangi benda aneh itu
sebuah gigi yang sangat rapi ,bersih beserta gusinya
ahh..nenek kalo gosok gigi bisa memandang giginya tanpa cermin.
kalau tertawa....hiiiii,ngeri
aku lebih suka nenek yang ompong
Nenek dan Onde-onde
Kalau aku muram,saat gak mau makan disaat sahur
engkau selalu dengan sabar menunggu didepan rumah
seorang penjual onde-onde kesukaanku selalu engkau stop
dan dua buah ondo-onde sudah ada ditangan mungilku
untuk sahur persiapan puasa bedug
Nenek dan Ibu
Nenek,engkau tempa ibuku
hingga menjadi wanita sekuat baja
agar bisa menjadi single parent yang baik di masa sulit
agar ibu bisa membelikan aku buku tulis dan pensil warna.
Nenek dan Ibu Guru Yoshi
mengobrolah kalian,
bercerita tentang masa lalu dan masa depan
dua wanita cantik-cantik
akan aku belikan camilan untuk kalian berdua
Nenek dan Karierku
Engkaulah yang mempercayai segala langkah keputusanku
bahkan ,sebelum aku sendiri yakin akan keputusanku
Nenek dan Aku
tiga puluh dua tahun,
tak pernah aku berpisah denganmu lebih dari sebulan
aku belum bisa memperlihatkan anakku kepadamu
kini ada satu kamar lagi yang kosong
semuanya akan terasa sepi
aku akan merindukanmu
Nenek dan Rumah yang baru
Nenek,aku belum bisa membalaskan apa yang kau berikan kepadaku
bahkan sehelai kain bajumu belum pernah aku belikan untukmu
kini ,ijinkanlah aku membangun rumahmu untuk terakhir kalinya
dari tanah dan batu.
bila titik air mata jatuh memburamkan kacamataku,
itu bukan untuk memberatkan kepergianmu
nenek,rumah barumu kubangun dengan cinta
kutaburkan bunga dan doa-doa
agar para malaikat menjadikan air mata dan keringatku
sebagai penghias kecantikanmu saat bertemu dengan kakek di surga
nenek aku kangen

Tidak ada komentar:
Posting Komentar