Nah,pekerjaan rumah saya selagi muda adalah mencari pekerjaan yang layak,yang bisa memberi kehidupan.
meski kami tinggal dirumah petak,without kitchen,sehingga setiap hari makan nasi bungkus atau dinner diwarteg.hahaha...saya suka dan amat bahagia setiap mengenangnya.
hal indah dan menyenangkan lainnya adalah saat kami kepameran atau bursa buku murah.disanalah kelihatan sekali kesamaan kami: primitif buku !
saya sudah mati sebagai lelaki saat menikah,kini saya adalah seorang suami
hidup dengan memiliki segudang rencana membuat kita mempunyai tujuan
ya,saya akan mewujudkan 'rumah kita' dikampung Ciloang.rumah yang bukan sekedar batu dan bata saja,tapi tersusun dari kata-kata,bahasa hati,dan cinta kami.
saya bisikan kepada dinding2x itu,lindungilah kami dari cuaca dingin dan panas.jadilah kalian sahabat-sahabat kami."
( cuplikan dari memoar Penulis idola saya yang belum selesai saya baca,membaca separuhnya saja sudah membuat saya bersemangat kembali melanjutkan pembangunan gubuk kami,bersemangat kembali seperti paginya hari,untuk mengejar ketertinggalan tentu )