Selasa, 28 September 2010

HUJAN DISUATU HARI


Berkali-kali aku mengelap kaca helmku..
hampir tiap sore hujan mengguyur Blitar,cukup deras kadang diiringi angin.hawanya kadang juga cukup dingin.

dibalik kaca helmku yang basah...
kulihat kepanikan dari pengguna jalan.mereka berusaha mengebut berusaha sampai ketujuan.
beberapa orang menggerutu karena kegiatan mereka terganggu.
karena hujannya amat lebat dan aku tidak membawa mantel,kuminggirkan sepeda motor tuaku berteduh disebuah toko yang ada emperannya,disitu ada banyak pengendara sepeda motor dan sepeda yang ikut berteduh.

sambil menunggu hujan reda aku menatap jutaan air yang jatuh ke bumi kita.
anak-anak kecil berusaha mencuri-curi keadaan agar bisa berhujab-hujan, sebelum ibunya berteriak-teriak melarang mereka berhujan-hujan.

aku tersenyum,jadi ingat saat kecil dimana aku ecil selalu merindukan datangnya hujan.mengendap-endap agar bisa hujan-hujan sejenak,pura-pura kehujanan pulang sekolah,dan ikut mas-mas senior lari keliling kota blitar sambil bawa shampo.jika ketahuan ? tentu saja kena damprat ibu.

itulah kebahagiaan anak kecil,berbeda dengan kita yang selalu menyalahkan hujan ( mungkin karena terlalu banyak pikiran )

hampir setengah jam hujan turun,dan ada yang mencuri perhatianku.yaitu banjir.
astaga,daerah ini sekarang sudah terkena banjir ?kemanakah resapan alam yang ada? kemana pohon-pohon yang dimusim panas mampu 'mengiyupi' kita dan diwaktu penghujan tanpa kusadari ikut berperan meresapkan air.

jadi inget kata guru IPA SDku,Lingkungan yang rusak ditandai Banjir jika musim hujan,dan kering kerontang di musim kemarau.

"lingkungan yang baik jika debit air yang masuk dan keluar dari tanah tidak terlalu berbeda jauh dimusim kemarau dan musim penghujan," kali ini aku teringat kata teman tukang tandur-tandur

Hujan diBlitar,rahmat bagi semua alam

TUKANG BECAK DEPAN RUMAHKU

Blitar radi asrep dinten dalu meniko,howo mbediding sampun dugi.artinipun siap-siap kemulan brukut menawi panjenengan bade sare.
Jam sampun duduhaken pukul setegah wolu dalu. lagu-lagune Air supply”Lonely is the night”,jan soyo pas karo kopi tubruk damelane bune.
Pikiran tasih mancep marang sedonipun Tukang becak pak Putut Dampriono ingkang biasa mangkal dateng ngajeng griyo.Almarhumah sedo amargi tibo saking wit kelopo.Pak putut ninggalaken tigo putra.Pak Putut sampun terkenal dateng seantero RW 11 kelurahan Sukorejo,amargi piyantunipun ringan tangan,grapyak,lan sabar ngadepi pelanggan.terkadang wonten pelanggan inkang nitih becakipun pak putut,kapurih ngeteraken dateng pasar templek diparingi tigang ewu,kapurih ngentosi belonjo ngantos kalih jam,njeh manut mawon.
Tapi ingkang kulo gatekaken adalah bab ingkang bade kulo critaaken dateng ngandap.

Pak putut adalah orang tua single parent, seorang pekerja keras,meski dia mengayuh becak yang makin lama makin sepi,tetapi pak putut tidak pernah kehilangan akal untuk terus menafkahi keluarganya,dia juga serabutan menjadi kuli gendong pada sebuah toko,menjadi kuli bangunan,dan malah pernah menjadi pembantu rumah tangga dengan mencuci baju dan mengepel rumah. Garis wajahnya menujukkan kekerasan dalam hidupnya,kesusahan hidup seperti terus menghampirinya.Toh meski begitu,dia tak pernah mengadukan nasibnya kepada siapapun,dia juga tetap memberikan porsi kebahagiaan kepada anak-anaknya.Dia tetap menyekolahkan anak-anaknya,memberikan rekreasi secara sederhana ,kecandi penataran dengan naik becaknya sendiri.kadang dia mengepot-kepotkan becaknya ,agar anak-anak tertawa-tawa gembira selaksa menaiki roller coaster diJatim Park.Tidak ada acara makan es cream,tidak ada acara Rekreasi dengan becak bersama anak-anaknya itu.
Pernah dia “diundang” partai tertentu untuk memeriahkan kampanye dengan menampilkan parade becak.seolah partai tersebut benar-benar didukung para tukang becak,mengayominya,dan ikut memastikan bahwa yang bisa menerjemahkan bab”fakir miskin dipelihara oleh Negara” adalah partai mereka.Dalam karnaval tersebut,pak putut mengajak ketiga anaknya untuk berparade keliling kota,dilihat oleh ribuan orang dipinggir-pinggir jalan.anak-anak pak putut melambaikan tangan-tangan kecil mereka bak artis hasil kontes Idol yang diarak oleh tronton dengan sponsor jamu.mereka begitu ceria,begitu bahagia.

Terakhir melihat Pak putut saat dia dengan ceria membawa bantuan BLT dari pemerintah,meskipun di’target sana-sini’ termasuk tukang parkir yang mematok Rp 2000 untuk parkir becak.
“ weeeh…mbetok arisan pak tut,” kataku becanda.
“Heleh mas,dum-dum duit,paling dilut yo entek gae nutup bon ,”jawab pak putut yang bajunya basah bermandi keringat.
“ Katah to mas bon-ne ?” takonku.
“ mbayari bon lengo tanah nang mbak dam, mbayari bon sego jangan nang pak min ,karo mbayar listrik,” jawab pak putut.
“ Lha listrik kok durung dibayar,opo ora dipateni PLN ?”
“Ho-oh mas,arep tak bayar iki,mesakne jare PLN rugi terus.nek ora ndang tak bayar perusahaane iso kukut,lha engko nek gak iso ndelok TV,” Jawab pak putut sambil tertawa bahagia.seolah uang yang dia dapatkan bisa membuat sedikit persoalannya berkurang.

Setelah itu,aku tak pernah memperhatikannya. Lamaaa…hingga berita duka itu mengejutkanku disiang hari,” Pak putut sedo”.

Bagi warga Blitar kebanyakan,pak putut bukan siapa-siapa,karena beliau tidak banyak dikenal,bukan seorang pejabat,bukan seorang artis,bukan pahlawan,bukan juga korban kekerasan yang terpampang dimedia. Pak Putut seorang tukang becak yang mangkal didepan rumahku, yang tanpa terasa memberikan contoh bagaimana seseorang berada dalam himpitan hidupnya mampu menghadirkan kehangatan dalam keluarganya.dia bukan pelawak,dan bukan orang kaya yang gampang sekali menciptakan joke-joke segar dikarenakan keluangan perasaan.Dia harus membagi perasaannya antara memburu penghasilan,dan membuat keluarga tertawa.Banyak sekali orang mampu namun tidak bisa memberikan waktu bagi keluarga,dan banyak juga orang miskin yang meninggalkan keluarganya untuk alasan ekonomi.

Moro-moro enek tonggoku teko kanti gobyos,” ayo mas,dienteni cah-cah main ping pong,mosok wis sui maen gak tau menang,”
Weh ! tonggoku obong-obong ben aku budal main pingpong.aku pancen penasaran banget karo cah enom-enom sing ora tau tak kalahne nek kejuaraan pingpong njero gang.aku ragu..budal..ora..budal..ora..budal..ahhh..akhire ora ae.dino liburan paling penak kumpul karo keluarga.
“wis maino sek ,sing juara baru musuh aku,” alasanku karo nyengir sak nyengir-nyengire.

Sabtu, 25 September 2010

SEPAK BOLA 90-an

1. Bergabungnya Galatama dan perserikatan dikancah liga Dunhill
2. Kalo nonton Liga Inggris demen,karena bola langsung dioper kedepan ( kick and rush )
3. Hegemoni Manchaster United dikancah Liga Inggris
4. Kaos Club Mulai dijual dipublic
5. Cewek-cewek mulai suka Bola,siapa lagu kalo bukan Raul Gonzales,Owen,Beckham,del piero,Maldini
6. Hore ! Kurniawan dwi Julianto mau ditransfer Sampdoria karena pesain del piero dikancah Primavera league ( liga juniornya ITALIA )
7. Indonesia menang adu pinalti lawan thailand disea games 92 ( emas terakhir disea games bagi PSSI )
8. AC Milan nyukur gundul persib Bandung 6-1
9. Majalah Bola terbit 2 x,selasa dan Jumat.
10. Juara dunia 90 = Jerman ( final yang amat jelek )
11. Juara dunia 94 = Brazil ( kasihan baggio...gagal nendang pinaltinya )
12. Juara dunia 98 = Prancis ( udah diprediksi sejak awal )
13. Widodo C Putra dengan Salto Goalnya merupakan gol terbaik Asia
14. masih ingat Polosin dan Ulrin ? pelatih Indonesia yang kejam tapi membawa prestasi bagi PSSI
15. wow Ada pemain asing diliga Indonesia: vata vatanu garcia,cinca marius,antonic dejan,kapuya wa kapuya,roger milla

Kamis, 23 September 2010

HOME SWEET HOME

Aku sering memandangi rumahku berlama-lama. Kadang dari dekat, kadang dari kejauhan. Bukan untuk menganggumi keindahannya, karena rumahku kecil saja, berantakan pula. Tapi semua tentang rumahku, aku menyukainya.

Karena memandang rumahku, aku jadi memandang diriku sendiri dan kekayaanku. Sebagai diriku, ia menggambarkan betul watakku, kebaikanku dan keburukanku. Rumah itu serba gelap, tak pernah kucat, tak pernah kurampungkan secara semestinya, dan banyak ketidaksempurnaan di sana-sini

Ada lantai yang tidak rata, ada lantai dari marmer perca, ada tembok yang tidak simetris, ada tanaman-tanaman yang tidak rapi, dan penuh kesalahan tata ruang di sana-sini. Rumah ini benar-benar bukan hasil karya seni, tapi hasil spekulasi. Spekulasi dari realitas hidup yang cuma bisa kujalankan dengan cara merambat. Setindak demi setindak. Dan rumahku adalah dari tindak demi tindak itu. Bukan sebuah kesatuan. Makanya di banyak sudut cuma berisi kesalahan.Tapi begitulah hidupku, lengkap dengan kesalahan yang kuperbuat, adalah kenyataan yang menggembirakan hatiku. Hidup, lengkap dengan kesalahan, sungguh merupakan kesempurnaan. Maka memandangi kesalahan itu setiap kali, sungguh sebuah kegembiraan.

Padahal di dalam rumahku, tidak cuma ada kesalahan-kesalahan hidupku, tapi juga ada anak istriku. Di dalam rumah itulah aku dan keluarga tumbuh, menyejarah dan menjalani hidup ini dengan segenap cobaan dan berkah-berkahnya. Memandang anak-anak tertidur, sering melelehkan air mataku. Mulia sekali rasanya kualitasku saat itu, saat terharu seperti
itu. Tapi begitu anak-anak itu terbangun, mengobrak-abrik apa saja, membuat kegaduhan, menjadi anak-anak yang menjengkelkan, betapa terlihat kualitas kelakuanku. Aku ternyata tak lebih bapak-bapak kebanyakan, yang gampang didikte oleh kemarahan jika kenyamanan dirinya terganggu.

Aku jelas bukan orang kaya. Tapi semua simbol-simbol orang kaya telah kulengkapi hampir secara keseluruhan. Butuh apa saja, di rumahku ada, sepanjang kebutuhan itu seperti kebutuhanku. Mau makan apa saja yang menjadi kesukaanku tersedia: pisang goreng, kacang rebus hingga jadah bakar. Istriku telah pintar membuatnya.

Mau jajan apa saja terlaksana karena di depan rumah mangkir tanpa henti jajanan kelilingan. Ada yang generik model mi ayam, mi kopyok, siomay, ada pula yang baru dan aneh-aneh seperti telur grandong dan upil macan, jenis makanan yang tak hendak aku jelaskan di sini karena anehnya. Ada pula jajanan kuno yang masih sesekali bisa ditemui seperti arum manis dan gulali.

Di rumahku juga tersedia kolam renang meskipun bukan untuk manusia, melainkan untuk renang ikan-ikan. Ikan pun bukan louhan dan arwana tapi cukup jenis spat dan mujahir yang tak perlu dirawat pun lama hidupnya.Mau mendengar semua aksi kicau burung piaraan juga ada sepanjang ia adalah jenis tekukur, kutilang dan puter. Aku juga memelihara burung gereja di sela-sela atap rumahku.

Mau bersantai dan menghibur diri juga tak perlu bingung. Televisiku, meskipun kecil dan kuno, masih kuat menyala sehari-semalaman. Mau nonton konser apa saja, film apa saja, dialog apa saja, semua ada. Mau sekadar mendengar musik, malah cukup mendengarkan tetangga yang biasa menyetel tape dengan kerasnya. Aku kaget sendiri ketika di rumahku semuanya ada. Ternyata kaya sekali aku karena kekayaan itu ada di kepalaku sendiri. Jika kamu memiliki tingkat kebutuhan sepertiku, dan memiliki aset sepertiku, marilah kita merasa menjadi orang kaya bersama-sama.

( diambil dari tulisan di BLOG mas Amavis )

SIARAN RADIO 80-90's

Dulu,bisa ndengerin radio Australia dah hebaaat sekalee.sampe-sampe minta daftar acara segala.Tapi yang paling aku demenin banyak sekali selain radio sw itu.

Dulu cuma ada MW dan SW,suaranya kresek-kresek ,gak secring FM.beberapa catatan ringan dari siaran radio 80-90's adalah sebagai berikut ( gak usah serius bro,ringan ae ):

1. Suara khas Zainudin Mz dah kedengaran disubuh hari,ini senjata buat mbangunin buat sholat subuh," Adek-adek sekalian....."

2.Kalo jam 8-an produkan radio suzana dah ramai sama wonokairun & susan.apalagi kalo bukan bahasa kocak.masih inget gak bahasa kocak jepangnya gak punya duit?.....( ketauan kalo mbolos ! lha jam 8 kok masih ngradio )

3. Pulang sekolah dah disuguhi Sandiwara bahasa Jawa theme Horor....SRINTIL..hiiiiiiii.masih ingat ceritanya seorang suami istri nyewa rumah tua dengan sewa murah,namun gak boleh masuk kedalam sebuah kamar....hiiiii

4. Sore telah tiba,saatnya puter radio agak jauuuh..Live TAmbak sari surabaya,apalagi kalo gak ndengerin siaran langsungnya Niac mitra..."yak saudara-saudara jaya hartono menyisir lapangan hijau,disodorkan pada yessy mustamu,yessi merobek-robek garis pertahanan lawan...berikan pada hanafing,hanafig tembaaaak langsung...apa yang terjadiiiiiii saudara-saudara....????!!! aaah......offside." begitu suara pak pangat kira-kira.

5.Jangan lupa selepas isya,nie lebih melegenda.SAUR SEPUH. dengan pemeran Ferry Fadly sbg Brahma kumbara,Eli ermawati ( mantili ),Ivone rose(lasmini) Novia kolopaking ( dewi anjani )...dengan pembawa acaraaa...Maria Untu

6. Eit jangan lupa Arya kamandanu,arya dwipangga,empu tong bajil
7. Juga mak lampir,sembara,basir,farida,mardian,tuan adolf pieter,dan tentu saja Gerandong
8. Iklan yang paling mendominasi Enggran sarapan ke dua,Entrostrop,dan kalpanak.
9. lagu Chrisye paling banyak diputar
10. Kalo sabtu malam minggu selalu ada wayang semalam suntuk
11. ingat suara penyiarnya ? " selamat malam buat yang ada dikisaran terminal ,salamnya buat mbak yeni didekat sma...kok gak pernah nyenggol aku sih," wkkkkk..

12. suara penelpon," ini Ditaaa mbaaak,minta lagunya Gombloh dong.dah keputer ? ya lagunya richi ricardo aja deh.salamnya buat yang tercinta yang sedang belajar,lagi belajar nih yeee..."

13. dulu ada iuran radio dan televisi...inget berapa? yak betul Rp 25...:P

14.nih yang paling ditunggu ! Siaran langsung Pengumuman SDSB !...
15.mesti sabar ndengerin surat-suratnya dibaca,ada rasa senaaaaang saat suratnya dah dibaca dalam pilihan pendengar.

16. Lagu penutup,"Rayuan pulau kelapa."

yup..sejarah selalu menarik ,seperti membuka kotak lama yang berdebu.kalo suka bau debu dan kayu tuanya,hal ini akan membawa sensasi tersendiri. bagi yang elergi sama debu tentu merupakan siksaan.

......DiRadio aku dengar lagu kesayanganku....

LOVE DON'T COME EASY

 Rumahku
hanya kecil saja, tapi begitu hebat dalam merangsang fantasiku. Tak
terhitung berapa banyak khayalan tentang keindahan kubayangkan hadir di
dalamnya. Dari berbagai imajinasi itu, yang paling sering menggoda
adalah sebuah taman bunga. Meski sadar bahwa keinginan tersebut muskil
adanya karena sisa tanah memang tak ada, tapi apa boleh buat?

Rumah
mewah dengan pekarangan nan luas menghampar, toh tetap tetangga yang
punya. Maka, dari tempat berteduhku yang mungil itu, berbagai keinginan
menyangkut harmoni, keasrian, kenyamanan, dan hasrat artistik akhirnya
seperti kutumpuk begitu rupa.

Aku sadar betul, betapa
terbatasnya lahan yang kumiliki. Tapi, jauh sebelum fondasi rumah mulai
dibangun, aku sebenarnya telah lebih dulu sibuk membayangkan di mana
kira-kira bermacam bunga kesayanganku akan kutanam ketika rumah
kutempati nanti.

Akhirnya, dengan sangat terpaksa, kusisakan
sebagian tanah di bagian belakang rumah untuk tetap kubiarkan terbuka.
Biar sinar masuk, ada rintik gerimis, angin segar, dan aku bisa menanam
bunga.

Aku mencintai bunga dalam arti yang sesungguh-sungguhnya.
Bukan bunga nama samaran, atau mencintainya dengan sejenis cinta
musiman. Gampang pudar dan gampang kulupakan. Meski berkali-kali kecewa
karena acap bertemu kepalsuan dan dikhianati para pejual bunga, aku tak
kehilangan asa. Bunga-bunga tetap kurawat dan terus kusirami.

Ketika
sedang berlibur ke daerah pegunungan yang sejuk, pasti kusediakan sesi
khusus untuk mencari bunga. Dan aku pasti terpesona pada
anggrek-anggrek yang tangkainya dikerubuti kelopak segar yang sedang
mekar. Sangat kontras dengan penjualnya, ibu-ibu tua yang raut wajahnya
dipenuhi keriput. Si ibu memancing rasa kasihan, sementara anggrek itu
tampak begitu cantik dan memikatnya.

Tapi, apa yang terjadi
setelah anggrek kubeli dan kubawa pulang ke rumah? Sehari berada di
taman rumahku, anggrek menjadi layu. Daun-daunnya melorot tak
bertenaga, batangnya lunglai seperti kehilangan gairah hidup. Karena
perbedaan suhu? Mungkin. Tapi, mestinya anggrek tidaklah secengeng itu.
Lalu, kenapa ia layu seperti pasien gawat darurat yang dicabut selang
infusnya?

Karena penasaran, anggrek itu kucabik-cabik hingga ke
pangkalnya. Astaga! Tahulah aku sekarang mengapa anggrek tersebut tak
sanggup hidup di taman rumahku. Ia ternyata cuma bunga palsu. Umur
kecantikannya hanya beberapa saat saja. Ia hanya setangkai anggrek yang
dipotong, lalu di pangkalnya ditaruh segumpal tanah, kemudian dibungkus
dengan pelepah pisang, terus diikat tali. Sejatinya, ia tak punya akar
untuk menghidupi dirinya.

Oh, ibu tua yang mengharukanku. Engkau telah tega mengkhianatiku…

Di
pasar bunga dadakan, aku menemukan aglaonema yang daunnya kecil-kecil,
lain dari biasanya. Terlihat lucu dan agak aneh. Namun, setelah
beberapa lama bunga itu kupelihara di rumah, daun baru pun tumbuh. Yang
mengherankan, daun barunya tidak lagi kecil-kecil, tapi gede seperti
daun aglaonema umumnya.

Usut-punya usut, aku ternyata
terperangkap siasat buruk penjual bunga. Daun aglaonema itu diperkecil
dulu dengan cara diguntingi satu per satu sebelum dijual. Ampun, deh…

Tertipu
akar palsu, daun palsu, bunga palsu pun pernah. Barangkali memang
begitulah risiko jatuh cinta. Tak selamanya ketulusan bakal berbalas
kejujuran. Suatu kali, juga di daerah wisata, aku bertemu bunga lily
yang dalam satu tangkainya mekar dua warna bunga. "Lily dwiwarna," kata
penjualnya.

Bunga lily kubeli tanpa kutawar, karena menurutku
memang sudah murah harganya. Karena begitu indahnya, ketika dalam
perjalanan pulang menuju rumah, bunga itu tak henti-hentinya aku
pandangi. Betapa kagetnya setelah bunga yang sedang mekar itu coba
kutarik dari tangkainya. Ia ternyata cuma bunga tempelan yang
ditancapkan dengan tusuk gigi ke batang lily…

Sebulan lalu,
aku kecewa berat dengan bunga Desember. Bunga yang daunnya menyerupai
miniatur daun pisang tersebut kubeli kira-kira sepuluh bulan lalu
dengan harga Rp 20 ribu dari penjual bunga langgananku. Menurut
penjualnya, kalau sedang berbunga, bunga Desember akan memunculkan
mekar seperti kembang api. Tapi, itu hanya setahun sekali, yaitu pada
bulan Desember.

Bulan demi bulan berlalu dengan penantian,
hingga tibalah bulan Desember yang kutunggu-tungu. Tapi, sampai habis
bulan Desember, bunga itu tak kunjung mengeluarkan bunga. Karena kesal,
penjual bunga kulabrak. Tapi, apa kata penjual bunga tersebut, "sabar
Pak, cobalah tunggu bulan Desember mendatang."

Ohoi, betapa berat ujian kesabaran akan cintaku padamu hai bunga…

Memang,
cuma kecil saja taman bungaku. Tapi, aku begitu betah berlama-lama bila
sedang di tengahnya. Saat sepi, kupandangi sisi-sisi dinding tembok
yang kutempeli aneka jenis bunga gantung. Ada sirih-sirihan, bunga
happy, simbar menjangan, bunga tetes air mata, kerokot hijau, anggrek
bulan, dan lain-lain. Kini, seluruh dinding tembok pojok belakang
rumahku penuh oleh juntai aneka bunga. Aku menjadi tidak begitu hirau
bahwa rumahku sebenarnya hanya mungil dan tamanku sempit adanya.

Mengangankan
yang serbamewah, megah, luas, besar, tentu tidak dilarang. Tapi,
hati-hatilah, salah-salah bisa seperti para pejabat Bank Indonesia yang
kini menjadi para tersangka itu. Kaya raya, rumah gede, duit banyak,
tapi harus tinggal dalam ruang tahanan berjeruji yang sempit dan
pengap. Tanpa taman bunga lagi! Betapa penting mencintai hal-hal kecil
yang telah kita miliki.

( dinukil dari LEAK KOESTIYA )

FLASHBACK DULU KE SMA

 Rekaman diKotak Hitam yang terekam dan tak dibuka selama 15 tahun :

1. dulu kalo jumat pagi ada acara senam

2. jaman kelas 1.kelas 1.6 pernah 'nglurug'bal-balan ke SMAN 1 Blitar.dari sumber suko sampai Lapangan SMAN 1 Blitar Jalan kaki sebagai 'peregangan otot'.hasilnya kalah 3-2.

3.Kalo dikantin yang dekat masjid ( lupa nama yang punya ) jajanannya aneh: pecel,ote-ote,dikasih kuah bakso.

4.Olah raga yang paling capek adalah lari kegunung pegat.dulu ada yang semaput

5.Acara yang ditunggu adalah FESTIFAL SMANGAT,seperti Olimpiade aja..hahaha ( gini-gini aku menyumbangkan 1 mendali emas lho..)

6.Binti Yatimah dan Manchaster United sama dieranya.gak ada yang berani geser..:)

7.paling seru nebak siapa juara dua umum .(juara satu umum gak usah dibicarakan..pisss)

8.Gudang Garang Surya masih Rp 75 per util dipak iztaz

9.menu pak istaz paling favorit SEGO TAHU

10. Her paling banyak peminatnya adalah her Kimia ( suka sama gurunya kalee..:D)

11. jaman di fisika 1 ada Kompetisi 4 1 se-kelas,pergrup ada 4 pemain.akhirnya difinal bertemu : Arien,GL,Agus Mani,Hendro setiawan.jadwal finalnya tepat saat ujian sumatif.

12.Kalo Pelajaran Fisika harus les ,biar nilainya tujuh..:P

13.dulu ada anak namanya wayu sari,waktu kelas 2 pindah ke sman 2 blitar.hebbatnya disana dia langsung ketua osis ( bener-bener sekolah yang mencetak pemimpin nasional sejak jaman sekolah )

14.Kalo ada anak gitaran,yang dimainkan lagunya KANGEN melulu.

15.Dipanggil Ke BP,"kalo nilaimu Kimia 4,5,4 lagi...saya khawatir ananda akan tinggal kelas."Haduh !

16.anak cewek kalo pipis suka anter-anteran.

17.kalo dari Timur kendaraan kesekolah paling favorit adalah bus Tirtomulyo,selain cuma cepek juga bisa dihutang.

18.kalo kesekolah suka bawa tas toko,tas tali kompor

19.Pernah bawa satu buku tulis,kalo pulang sekolah diselimpitkan ke saku belakang.barusan mati kalo baca no 20.

20. Bu Anik sejarah ," Yak ! buku tulisnya dikumpulkan !nanti saya koreksi dirumah!"...Muateeeng aku!!!

21. kalo speker bunyi mendadak anteng.langsung histeris kalo ada kata,"BEBAS!","RAPAT".

22. Dulu ada pak guru yang gaul,bisa gitar lagu-lagu metal..pak Burhanudin fisika

23. Waktu sholat terawih ada yang cekikian jadi nular kesemua padahal gak tau lucunya dimana

24. Progamnya kok sulit bangeeeet ya...BASIC,WS,dan LOtus!

25. yang cewek selalu bawa majalah aneka dan diary..diarynya diiderkan kesiapa aja disuruh nulis biografinya...hihihi

26. cuma kenal penyanyi : Debi dan Bayu ( harusnya dulu ada indonesian IDOL )

27. Lulusan SMA jalan kaki kerumahnya eni.diliatin orang banyak dikirain ada layatan.

28. bicara Bola cuma sama Erwin,soalnya dia biangnya majalah bola.yang diomongin pemain Indonesia yang main di sampdoria,Kurniawan dwi julianto.

29. Buku Eni arrow dah tenggelam,karena barisan bangku belakang dah bisa bikin sendiri-sendiri..pissss

30. Bel yang paling ditunggu adalah bel jam 12.30.TEEEEEEET....TEEEEEET....TEEEEEET

ada yang mau nambahin ?